Diabetes Pada Ibu Hamil

20 Jun

diabetes militusPenyakit diabetes bisa menyerang siapa saja. Tua, muda, anak-anak, laki-laki, dan wanita.

Lalu bagaimana dengan ibu yang sedang hamil ???

Apakah bayi dalam kandungan juga beresiko kena diabetes ???

Untuk lebih jelasnya, akan kami jelaskan tentang penyakit diabetes pada ibu hamil.

Seorang ibu yang hamil, biarpun sebelumnya belum pernah punya riwayat penyakit diabetes namun bisa saja terkena penyakit diabetes bila di masa kehamilan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengakibatkan gula darah jadi naik. Dalam istilah medis hal ini disebut Diabetes Gestational.

Berikut ini adalah gejala-gejala atau tanda-tanda diabetes pada ibu hamil, yaitu :

• Sering merasakan mual.
• Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
• Mudah merasa capek.
• Mudah merasa haus.
• Kandung kemih, vagina, maupun kulit mengalami infeksi.
• Pandangan mata agak kabur.

Diabetes pada ibu hamil dimulai ketika pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk mengontrol gula darah pada ibu hamil ke tingkat yang aman. Diperkirakan 18% wanita hamil di Indonesia mengalami hal ini.

Biasanya ibu hamil rentan terkena diabetes setelah organ tubuh janin terbentuk di trimester kedua dan ketiga. Janin tidak akan cacat, akan tetapi bila gula darah tidak terkontrol maka itu bisa mempengaruhi kondisi kehamilan ibu dan meningkatkan resiko pada saat melahirkan.nutrisi yang baik untuk ibu hamil

Berikut ini adalah resiko-resiko yang bisa diakibatkan oleh penyakit diabetes :

• Bayi lahir dengan gemuk, biasanya lebih dari 4 kilogram

• Bayi mengalami kesulitan di masa kelahiran yang bisa mengakibatkan bahu bayi mengalami cedera. Namun dalam beberapa hari bahu bayi akan sembuh.

• Bayi susah bernapas karena mempunyai kadar gula darah yang sangat rendah atau hipoglikemia. Untuk ibu disarankan untuk segera menyusui bayi untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

• Berisiko mengalami kuning atau ikterus (kadar bilirubin tinggi), polisitemia (peningkatan jumlah sel darah merah dalam darah), hipokalsemia (kalsium dalam darah rendah), dan fungsi jantung terganggu.

• Bila kondisi parah, resikonya bayi bisa meninggal saat dilahirkan.

Bila anda mempunyai gejala-gejala diabetes, maka anda perlu penanganan dengan segera untuk mengontrol kadar glukosa darah agar menjadi normal kembali. Selain pemeriksaan kadar gula darah dan suntikan insulin pada dokter spesialis kandungan, anda juga bisa makan makanan sehat dan teratur serta banyak melakukan olahraga atau aktivitas fisik.

Bila anda sudah melahirkan bayi dengan selamat, anda juga tidak boleh lengah. Karena kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama di masa kehamilan berikutnya. Maka dari itu sebaiknya melakukan tes kadar gula darah setiap 2 sampai 3 bulan sekali. Untuk pencegahan sebaiknya anda memperbanyak makan makanan yang sehat dan teratur. Misalnya makanan yang terdiri dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Atau anda juga bisa melakukan aktivitas fisik, seperti jogging atau jalan pagi setidaknya 20-30 menit setiap hari.

One Response to “Diabetes Pada Ibu Hamil”

  1. Mr WordPress June 20, 2012 at 3:31 pm #

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: